Snau Online Snau Online

Saturday, July 26, 2014

Cara Mengatasi GAGAL MENAMBAHKAN KOMPONEN ACTIVEX CONTROL

Aplikasi ini untuk mengatasi kegagalan saat menambahkan komponen di VB6......Biasanya masalah di lisensi komponen bawaan vb6.
1. Extrak file VB6CLI
2. Pilih lokasi untuk meng-extrak file yang didalamnya
3. jalankan / buka file VBC6.exe
4. Selesai.


File VB6CLI bisa di download disini : https://www.facebook.com/download/770258332994917/VB6CLI.zip

Tuesday, May 6, 2014

Pesan Error MSCOMCTL.OCX Cannot Be Loaded di VB6

Bagi para programmer yang masih sering beroprek oprek dengan bahasa pemrograman visual basic 6. 0 kemungkinan pernah mengalami pesan kesalahaan seperti ini. ini bukan virus ataupun kesalahaan dalam project sourcode program kita, tapi lebih pada kesalahaan pada versi MSCOMCTL.OCX di windows XP, 7, dan 8 ternyata berbeda-beda ini menurut pengalaman saya. saya buat project di windows XP dengan versi MSCOMCTL.OCX 2.0 ternyata di windows 7 yang saya pake sekarang versi MSCOMCTL.OCX 2.1. Oleh karena itu pesan error mscomctl.ocx cannot be loaded jika ada temen temen yang punya pengalaman lain silahkan di share aja di komentar.

Ok, untuk memperbaiki project yang bermasalah dengan versi komponen mscomctl.ocx ini sangat mudah,

1. Buka File Project sourcode aplikasi menggunakan Notepad
Buka File menggunakan Notepad

Pilih File Notepad dan OK
Cari baris MSCOMCTL.OCX


2. Cari baris komponen mscomctl.ocx
    Object={831FDD16-0C5C-11D2-A9FC-0000F8754DA1}#2.1#0; MSCOMCTL.OCX
    Ubah menjadi versi 2.0
    Object={831FDD16-0C5C-11D2-A9FC-0000F8754DA1}#2.0#0; MSCOMCTL.OCX

3. Kalau sudah disimpan dan buka kembali project aplikasi. insyllah berhasil ^-^
  sumber: http://www.jamiatabdillah.net

Friday, April 25, 2014

Cara Burning Video ke DVD

Untuk melakukan burning video yg bertujuan agar bisa terbuka di DVD player, kita membutuhkan sebuah cara tersendiri berbeda dengan cara burning biasa, jika kita menggunakan cara yg biasa maka DVD player tidak akan membaca keberadaan kaset tersebut, salah satu faktornya adalah format file video tersebut tidak didukung oleh dvd player-nya. Untuk itu saya akan memberitahukan cara-cara agar video yg kita burning bisa terbuka di DVD player.
Disini terlebih dahulu kita harus mendownload aplikasi burning-nya DVD Flick, bisa kalian download sendiri aplikasinya disitus resmi DVD FLICK DISINI.
Untuk melakukan proses burningnya, silahkan ikuti langkah-langkah berikut.

1.masukkan kaset dvd kosong yg akan kita burning ke dalam disk drive komputer/laptop.
2.instal terlebih dahulu DVD flick yg kalian download tadi, kemudian buka aplikasinya.


3.klik project setting, lalu akan terbuka jendela baru. Pada bagian general isikan nama dvd pada bagian title.

di bagian video, pilih PAL pada bagian target format.

pada bagian burning, beri tanda pada bagian "burn prject to disc", kemudian klik accept.

4.Setelah itu kita akan kembali pada jendela pertama, klik add title pada bagian samping, lalu pada jendela yg muncul pilih file video yg akan kita burn. Disini kita bisa sekaligus memilihnya dalam jumlah banyak (multiple selection), caranya blok saja file-file yg akan di burn atau dengan ctrl + klik file yg diinginkan, lalu klik open.

5.Pilih menu setting pada bagian atas, disini kita akan memilih tampilan utama pada DVD-nya nanti atau tampilah sebelum video dimulai, seperti contoh saya memilih tampilan "plasma sphere", lalu klik accept.

6.Kemudian kita akan memulai proses burning-nya, klik "create DVD" pada bagian atas, jika muncul jendel seperti dibawah ini klik saja ok.

7.Lalu proses burning akan berjalan, di proses ini kita harus cukup bersabar, karna dari apa yg pernah saya lakukan untuk membuat 1 DVD penuh memerlukan waktu kurang lebih 3 JAM hingga prosesnya selesai, karna di proses inilah file video tersebut langsung di convert format-nya agar bisa terbaca oleh dvd player-nya nanti.

Nah jika proses sudah selesai silahkan tutup aplikasi DVD FLICK-nya dan bisa kalian cek langsung hasilnya di DVD player kalian atau dari komputer dengan program Cyberlink power DVD
sumber : http://komputersehari-hari.blogspot.com

Sunday, March 9, 2014

Representasi genetik

Dalam AG Representasi genetik atau lebih sering disebut dengan pengkodean menurut beberapa sumber, terdapat 3 macam representasi yaitu;
  1. Biner, menggunakan pengkodean secara biner 0 atau 1,
  2. Float, pengkodean bilangan riil positif biasanya dalam rentang [0,1),
  3. Integer, pengkodean menggunakan bilangan bulat.
Pada kesempatan ini akan diulas mengenai bagaimana membuat suatu fungsi atau prosedur menggunakan VB 6.0 untuk representasi genetik. Hasil dari representasi genetik ini berupa Populasi yang memiliki variabel masukan berupa ukuran populasi dan panjang gen. Keluarannya berupa array Populasi(UkPop, JumGen);
1. Biner, representasi secara biner nilai-nilai gen hanya akan bernilai 0 atau 1.
Function Populasi(UkPop As Integer, JumGen As Integer) As Variant()
  Dim Brs, Kol As Integer
  Dim BilRnd As Single
 
  ReDim Populasi(UkPop, JumGen)
  For Brs = 1 To UkPop
    For Kol = 1 To JumGen
      Randomize
      Populasi(Brs, Kol) = Round(Rnd(), 0)
    Next Kol
  Next Brs
End Function
2. Float, representasi menggunakan bilangan riil (bilangan pecahan) yang nilai-nilai gennya berada pada rentang nilai 0 dan 1 dengan pembulatan 6 digit di belakang koma.
Function Populasi(UkPop As Integer, JumGen As Integer) As Variant()
  Dim Brs, Kol As Integer
  Dim BilRnd As Single
 
  ReDim Populasi(UkPop, JumGen)
  For Brs = 1 To UkPop
    For Kol = 1 To JumGen
      Randomize
      Populasi(Brs, Kol) = Round(Rnd(), 6)
    Next Kol
  Next Brs
End Function
2. Integer, representasi menggunakan bilangan bulat yang nilai-nilai gennya ditentukan dalam suatu rentang tertentu, misalnya dalam rentang 0 s/d 9.
Function Populasi(UkPop As Integer, JumGen As Integer) As Variant()
  Dim Brs, Kol As Integer
  Dim BilRnd As Single
 
  ReDim Populasi(UkPop, JumGen)
  For Brs = 1 To UkPop
    For Kol = 1 To JumGen
      Randomize
      Populasi(Brs, Kol) = int((Rnd()*9)
    Next Kol
  Next Brs
End Function

Mengenal arti kode dalam diagnosis BIOS.

Mengenal arti kode dalam diagnosis BIOS.
  Saat komputer dihidupkan, BIOS melakukan POST. POST diperlukan untuk memastikan bahwa sistem berfungsi sebagaimana mestinya dan juga mencari informasi mengenai hardware apa saja yang ada pada komputer. Saat BIOS mendeteksi ada masalah saat POST, BIOS akan mengirim pesan kesalahan (error message). Pada beberapa kasus, masalah tersebut dapat dideteksi lebih awal sehingga BIOS tidak dapat mengakses video card dan tidak dapat menampilkan pesan kesalahan tersebut. Jika seperti ini yang terjadi, BIOS akan mengeluarkan suara ‘bip’ yang memiliki pola tertentu yang sesuai dengan kesalahan yang diidentifikasinya.
Suara ‘bip’ tunggal saat proses booting setelah tampilnya pesan startup pada monitor adalah normal dan tidak ada kegagalan. ‘Bip’ yang dimaksud di sini adalah yang dihasilkan pada saat prosedur POST belum selesai dan belum ada informasi apapun yang ditampilkan pada layar. Kode ‘bip’ dari BIOS ini bergantung dari tipe dan versi dari BIOS yang Anda miliki.

Untuk mainboard dengan BIOS Award dan BIOS Phoenix :

* Bunyi bip pendek 1 kali : Sistem Normal.
* Bunyi bip pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada CMOS.
* Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 1 kali : Kerusakan/kesalahan pada DRAM.
* Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada VGA Card.
* Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 3 kali : Kerusakan/kesalahan pada keyboard atau pada VGA Card.
* Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 9 kali : Kerusakan/kesalahan pada ROM
* Bunyi bip panjang berkali-kali : Kerusakan/kesalahan Pada DRAM, DRAM tidak terpasang dengan benar, atau DRAM tidak kompatibel dengan mainboard.
* Bunyi bip pendek berkali-kali : Tenaga pada power supply tidak cukup, segera ganti power supply.

Untuk mainboard dengan BIOS AMI :

* Tidak ada bunyi bip : Kerusakan/kesalahan pada mainboard, powersupply, atau speaker internal.
* Bunyi bip pendek 1 kali : Sistem normal.
* Bunyi bip pendek 2 kali : Kerusakan/kesalahan pada DRAM.
* Bunyi bip pendek 3 kali : Kerusakan/kesalahan yang sama dengan bunyi bip pendek 2 kali.
* Bunyi bip pendek 4 kali : Kesalahan tanggal dan waktu pada sistem.
* Bunyi bip pendek 5 kali : Kerusakan pada prosesor/mainboard.
* Bunyi bip pendek 6 kali : Kerusakan/kesalahan pada keyboard.
* Bunyi bip pendek 7 kali : Kerusakan/kesalahan yang sama dengan bunyi bip pendek 5 kali.
* Bunyi bip pendek 8 kali : Kerusakan/kesalahan pada VGA.
* Bunyi bip pendek 9 kali : Kesalahan pada saat checksum rom.
* Bunyi bip pendek 10 kali : Kerusakan/kesalahan pada CMOS.
* Bunyi bip pendek 11 kali : Kerusakan/kesalahan pada Cache Memory.
* Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 3 kali : Kesalahan pada saat memory test.
* Bunyi bip panjang 1 kali dan pendek 8 kali : Kesalah pada saat pengecekan VGA.

Ada beberapa pedoman yang umum yang dapat digunakan untuk setiap BIOS. Pedoman umum ini hanya dapat digunakan untuk kesalahan yang terdeteksi sebelum dan saat Power On Self Test. Anda sudah mengenal prosedur yang dilakukan komputer saat ia mulai dihidupkan, dan ini akan sangat membantu dalam mendiagnosis kesalahan. Pertama kali saat komputer dihidupkan, power supply akan mengirimkan daya kesemua komponen. Nah, kalau saat dinyalakan tidak ada reaksi apapun, cobalah cek power supply internal yang terletak di komputer Anda. Untuk melihatnya jalan atau tidak, pasanglah LED (light emitting diode) yang dapat Anda beli di toko elektronika pada POWER LED konektor. Jika nyala, artinya power supply masih hidup. Kemudian, jika semua komponen sudah mendapat daya yang cukup, prosesor akan bekerja mencari instruksi. Ia akan mencari instruksi ini pada ROM BIOS. Untuk prosesor, kemungkinannya adalah panas yang berlebih akibat overclock atau posisi tidak sempurna. Untuk BIOS, kemungkinannya kecil bahwa letak chip BIOS tidak sempurna. Cek BIOS di komputer kawan Anda. Beberapa virus sudah mampu merusak program BIOS. Jadi,waspadalah. Jika POST mau berlanjut tapi tidak selesai, kemungkinan besar masalah ada pada motherboard. Nah, untuk yang ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan:

1. Jika PC tidak mau booting sama sekali, pastikan bahwa komponen minimum sudah terpasang, yaitu prosesor, memori terisi dengan tepat, video card, dan sebuah drive, dan pastikan semua komponen ini terpasang dengan benar. Komponen yang tersolder tidak boleh ada yang hilang.

2. Lepaskan komponenkomponen yang tidak wajib, seperti kartu ekspansi, periferal eksternal seperti printer, scanner, dan lainlain, karena pemasangan yang tidak benar dapat menyebabkan I/O error. Kemudian hidupkan sistem, dan coba pasang satu persatu kartu-kartu tersebut untuk mengujinya.

3. Cek ulang setting jumper pada motherboard. Pastikan tipe prosesor, bus speed, multiplier, dan jumper tegangan. Juga pastikan jumper BIOS berada pada posisi semestinya.

4. Ubah setting BIOS ke setting default untuk memastikan bahwa problem tidak terletak pada setting BIOS yang berlebihan. Contohnya, turunkan read/write access time memori dan hard disk.

5. Cek semua koneksi kabel pada motherboard sudah benar.

6. Cek apakah ada komponen yang mengalami panas berlebih. Jika ada, ubah setting pada BIOS dan jumper ke setting yang lebih rendah.

Penanganan :

· Untuk kasus 1, 2, atau 3 kali bunyi bip, cobalah perbaiki posisi memori dahulu. Jika masih terjadi, ada kemungkinan memori rusak. Ganti dengan yang baru.

· Untuk 4,5,7, atau 10 kali bip, motherboard rusak dan harus direparasi atau diganti.

· Untuk 6 kali bip, coba perbaiki posisi chip keyboard controller. Jika masih ada error, gantilah chip keyboard tersebut.

· 8 kali bip menandakan memori error pada video adapter. Ganti video card atau memori pada video card.

· 9 kali bip menandakan kegagalan chip BIOS. Biasanya bukan disebabkan oleh posisi yang kurang sempurna.

· 11 kali bip, ganti cache memory Anda. AWARD BIOS AWARD lebih menyukai pesan lewat monitor. Tapi ada saatnya video card tidak berfungsi dan pesan ditampilkan menggunakan kode bip tersebut. Oleh karena itu, kode bip pada BIOS tipe ini lebih sedikit. Kode bip pada BIOS ini juga seperti tanda morse, mengkombinasikan bip panjang dan pendek.

· 1 bip panjang: masalah pada memori. Kemungkinannya adalah memori tidak terpasang dengan benar, atau juga chip memori rusak. Bisa juga berhubungan dengan kerusakan pada motherboard.

· 1 bip panjang, dan 2 bip pendek: kesalahan pada sistem video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menuliskan pesan error ke layar. Ada beberapa kemungkinan. Anda memasang video card ke sistem yang sudah ada video card on boardnya. Atau Anda menggunakan IRQ yang sudah terpakai untuk video card tersebut sehingga terjadi konflik. Kemungkinan lain, video card tidak terpasang dengan benar.

· 1 bip panjang, dan 3 bip pendek : sama seperti diatas, ada kesalahan pada video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menampilkan pesan kesalahan ke layar.

· Suara bip sambungmenyambung: dapat disebabkan oleh memori atau video card.

Share It

 

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Followers

Snau Online Copyright © 2014 -Design by Ixcan_Fauzi | Blogger Theme by Ixcan_Fauzi -